ALQUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

ALQUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP

oleh : Asy'ari Abu Bakar, S.Pt
(anggota MPU Kabupaten Aceh Utara)

Allah SWT menurunkan pesan-pesan-Nya melalui al-qur’an kepada manusia, untuk dijadikan pegangan dan pedoman, WAY OF LIFE, agar manusia sukses dalam menjalani kehidupan di dunia dan bahagia di akhirat. Allah menurunkan al-qur’an melalui Rasul-Nya, menggunakan bahasanya, al-qur’an diturunkan dibelahan bumi pilihan Allah, yakni Mekkah Al Muqarramah dan sebagai umat islam yang juga terpanggil untuk menjalankan pesan-pesan Allah, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk menjadikan al-qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dalam hidup dan kehidupan, yakni memasyarakatkan isi, bacaan dan mengamalkan    al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari.“ Alif Laam Raa ….. ( ini adalah ) Kitab yang kami turunkan kepadamu (Muhammad) supaya kamu mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan, (Yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha terpuji ”.    (QS;Ibrahim ayat; 1)
Dari ayat yang di atas, jelaslah bahwa fungsi al-qur’an adalah untuk membebaskan manusia    pada ayat ini Allah menyebutkan kegelapan dengan  menggunakan jamak Mu’annas salim dari isim mufrad  artinya kegelapan-kegelapan. Mengandung bahwa kegelapan di dunia ini banyak macam ragam dan bentuk. Hal ini juga ditegaskan dalam beberapa tafsir, baik itu  ( At-Tabari ), (Jalalain), ( Ibnu Katsir ), maupun (Al-Kurtubi ) disebutkan bahwa   itu tafsirnya, kekafiran, kesesatan dan kebodohan. Sementara  dalam ayat ini menggunakan isim mufrad, tidak menggunakan bentuk jamak. Itu menunjukkan bahwa cahaya itu satu, yakni cahaya iman, petunjuk dan hidayah Allah SWT.
             Al-Qur’an merupakan mukjizat yang terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang ditulis dalam mushaf yang diriwayatkan secara mutawatir dan dapat dirasakan  kemanfaatannya oleh umat Islam secara langsung hingga akhir zaman, dan mendapat fahala atau sebagai ibadah bagi yang membacanya. Untuk itu Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk bagi orang Islam (hudan lilmuttaqin) dan juga bagi semua manusia (hudan linnas).
Apabila diperhatikan, semakin modern perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan kehidupan manusia membuat semakin mudah manusia menemukan dan memahami Al-Qur’an. Teks Al-Qur’an mudah didapatkan baik melalui cetak maupun mengunduh (download) dari internet, begitu juga bacaan Al-Qur’an (qira’atil qur’an) bisa diperoleh dari sumber manusia yang tergabung dalam organisasi pembaca dan penghafal Al-Qur’an (Jam’iyyatul qurra’ wal khuffadh). Selain itu juga dapat diperoleh melalui berbagai macam perangkat lunak dan keras (software and hardware) seperti caset, CD MP3, flashdisk dan internet.
Sebenarnya telah diyakini bahwa pemeliharaan Al-Qur’an merupakan kehendak Allah yang dilestarikan keutuhan Al-Qur’an secara murni dan mutlak keasliannya. Hal ini tetap menghargai keterlibatan Malaikat, Nabi Muhammad, dan umat Islam untuk mengamankan dan memahami serta mengaktualisasikan semua ajaran dalam Al-Qur’an.  Pemeliharaan Al-Qur’an tidak sekedar melaui penjagaan lewat lisan dan otak seperti dibaca dan dihafal umat Islam, tetapi juga semakin canggih penulisan Al-Qur’an melalui tangan-tangan terampil ahli kaligrafi dan komputerisasi Al-Qur’an.
Pemeliharaan Al-Qur’an tentu tidak semudah yang direncanakan, terjadi kontroversi tentang kelengkapan dan metode penulisan dari kalangan para ahlipun selalu menghiasinya.  Keberadaan Al-Qur’an sebagai kitab suci sekaligus mukjiyat Nabi Muhammad SAW yang  selalu menjadi kajian yang terkait dengan masalah keotentikan Al-Qur’an yaitu sebagai firman Allah yang diturunkan kepada Nabi muhammad SAW yang selalu terjamin dari perubahan, kerusakan dan kemusnahan, inilah keunggulan Al-Qur’an dibanding dengan kitab-kitab  agama selain Islam.
Kita selaku hamba Allah disuruh mengikuti al-qur’an, mengikuti amalan syariat dan hukum-hukumnya, Pelestarian dan pengaktualisasian nilai-nilai al-qur’an dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting. Dengan kecintaan membaca ayat-ayat al-qur’an , merupakan tanda akan lahir suatu motivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kecintaan terhadap al-qur’an tidak lahir dengan spontanitas, disamping upaya yang sungguh-sungguh dari diri sendiri, keluarga dan para ulama dalam meningkatkan tulis baca al-qur’an, namun yang  tidak kalah pentingnya adalah faktor apresiasi pemerintah. Jikalau kita seorang pejabat, tiada salahnya membuat peraturan daerah yang berhubungan dengan al-qur’an, misalnya setiap anak yang melanjutkan ke tingkat SLTP dan SLTA hendaknya memiliki sertifikat tulis baca al-qur’an. Dengan demikian, TPA-TPA yang ada disekitar kita tidak akan sepi seperti sekarang ini. Kita bangga karena didaerah kita telah banyak berdiri masjid-masjid, telah banyak meunasah-meunasah, dimana hampir setiap meunasah ada TPA-TPA yang telah banyak anak-anak kita telah bisa membaca al-quran.
Oleh karena itu, marilah kita galakkan membaca Al-Qur’an.  Marilah, bersama-sama kita pelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana layaknya Rasul diberi gelar Al-Qur’an yang berjalan. Dengan demikian akan tercapailah masyarakat yang dicita-citakan yaitu BALDHATUN TAYYIBATUN WARABBUN GHAFUR.













Comments

Popular posts from this blog

PENGUATAN SYARIAT BIDANG EKONOMI

AMANAH