TAHFIDZUL QUR'AN
TAHFIDZUL QUR'AN
Rasulullah SAW telah berwasiat kepada kita dalam hadist
Beliau “telah Aku tinggalkan untuk mu dua perkara, yang bila engkau
berpegang dengan keduanya maka engkau tidak akan sesat untuk selamanya. Dua
perkara tersebut adalah Al-Qur’an dan Al-Hadits”. Wasiat ini merupakan
sebuah keharusan bagi kita untuk menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai
pedoman dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Pedoman yang membawa manusia
kejalan keselamatan, jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Tidak ada bagian dari kehidupan ini yang tidak di atur
dalam Al-Qur’an dan Hadits. Dari aspek yang paling besar yang berbicara tentang
konsep ketuhanan sampai aspek yang paling kecil seperti waktu memotong kuku
semuanya tercantum dalam Al-Qur’an dan Hadits. Gaya bahasa Al-Qur’an dan Hadits
adalah gaya bahasa paling sempurna dan paling indah dalam susunan bahasa Arab.
Dalam menyampaikan pembahasan tentang aturan-aturan tersebut, terkadang
digunakan bahasa yang tegas dan jelas, namun di lain tempat Allah dan Rasul-Nya
menggunakan bahasa yang lembut dan penuh perumpamaan.
Dibutuhkan kedalaman ilmu dan pemahaman untuk dapat
mengambil manfaat dan pengertian pada setiap rangkaian kata yang terdapat dalam
Al-Qur’an dan Hadits. Hanya manusia-manusia yang memahami berbagai disiplin ilmu
saja yang dapat memahami makna Al-Qur’an dan Hadits. Perlu upaya yang terus
menerus dan berkesinambungan untuk mempersiapkan manusia-manusia ini. Dengan
tersedianya manusia yang mengerti dan menjalankan isi Al-Qur’an dan Hadits,
maka keberadaan generasi Qur’an sebagai motor penggerak ummat tidak perlu
diragukan lagi.
Butuh upaya keras untuk menghasilkan generasi Qur’ani. Upaya
pendidikan yang intensif dan berkesinambungan adalah syarat mutlak untuk
melahirkan generasi ini. Para fuqaha tidak lahir secara instan, para huffadz
tidak bisa muncul dalam satu malam, para mufassirin tidak terbentuk hanya
dengan seminggu pelatihan dan para qari tidak tercipta hanya dengan sekali
pembinaan. Semua butuh waktu dan program yang berkesinambungan.
Rasulullah SAW membina para sahabat sebagai generasi
Qur’ani yang terhebat yang pernah ada. Para sahabat tersebut muncul sebagai
generasi Qur’ani bukanlah hanya dengan 1 (satu) malam bersama Rasulullah. Butuh
waktu 23 tahun untuk membina generasi terhebat tersebut. Maka dari itu marilah
kita senantiasa mendukung lahirnya generasi Qur’ani di Kabupaten Aceh Utara
melalui dibentuknya “Pusat Pendidikan Tahfidzul Qur’an (PPTQ) oleh Pemerintah
Kabupaten Aceh Utara di Kecamatan Lhoksukon.
Kita harus bersabar, para hafidz ini membutuhkan waktu
untuk ditempa agar menjadi penghafal Al-Qur’an yang handal dan mampu memahami
isinya dengan benar. Mari kita berdo’a semoga anak-anak kita yang pada tahun
ini mulai memasuki asrama PPTQ bisa menjadi hafidz yang akan menjaga kemurniaan
Al-Qur’an. Wallahu’alam (IW)
Comments