Shiratal Mustaqim


Shiratal Mustaqim
Oleh: Tgk. Mahdi Idris, S.HI

Suara-suara menggema, melantun tasbih malam gemerlapan, mencari selahzah berkah dari anugerah-Mu. Tubuh kaku, menggigil di sudut kegelapan dunia paling muram, aku berhenti menatap sisa reruntuhan peradaban. Di mana kecintaan ini kuraih dari-Mu. Mengapa aku tenggelam dalam gamang nan sunyi.

Di mana kutemukan Engkau merentangkan bebulir kecintaan pada hamba, sedang kaki dan tanganku bergerak liar merambah rimba dosa menggoda. Aku terpedaya, terperosok jatuh dalam kerapuhan diri.

Aku tahu, mengapa tergoda. Aku tahu, mengapa terpedaya. Entahkah aku sang pencinta dunia yang gila. O...betapa aku tiada merasa. Jalan-jalanku ternoda. Ubunku kian senja, menatap langgam maut kian dekat, merapat pada dinding liang lahat.

Air mata saban waktu mengalir ke muara, aku sesal jalan kutempuh menyeduh aroma debu kegelapan. Sesekali, kutatap jauh di mana rumah terbangun dari noda tubuh. Sesekali lenyap, jalan aku pulang telah tiada, disadap angin rimbun rumbia di mana Kau takdir aku lahir dari seorang ibu.

Di lain waktu aku duduk menatap cahya temaram langit kelam, menghitung gemintang di malam hari. Menghitung jejak kaki dan naluri berdetak pada jalan setapak yang kubangun sendiri. Gemintang hilang, menyusup awan mendung, aku kehilangan segala. Harapanku raib ditelan malam.

Ya Tuhanku, bila aku nestapa dalam tempayan waktu yang menggila, jangan Kau nodai jalanku dengan amis dosa. Tunjukilah shiratal mustaqim yang kutempuh bukan seamsal rambut terbelah tujuh.


Comments

Popular posts from this blog

PENGUATAN SYARIAT BIDANG EKONOMI

AMANAH

ALQUR’AN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP